Talkshow Peran Perempuan dalam Peningkatan Ekonomi Keluarga di Era Pandemi

Talkshow Peran Perempuan dalam Peningkatan Ekonomi Keluarga di Era Pandemi

Isu Pandemi yang tidak ada akhirnya hingga detik ini tidak menyurutkan semangat bagi MTW (Majlis Ta’lim Wanita) Uswatun Nisa Kabupaten Bandung. Hal ini terbukti dengan adanya web seminar yang melibatkan praktisi yang sudah malang melintang di bidang pemasaran dengan produk fashion; NuHijab dan Zayyin pada hari Minggu, 15 Nopember 2020 di Bale Endah yang disebarluaskan ke sekira 18 titik lokasi yang berada di Bandung Selatan.

Talkshow Peran Perempuan dalam Peningkatan Ekonomi Keluarga di Era Pandemi
Talkshow Peran Perempuan dalam Peningkatan Ekonomi Keluarga di Era Pandemi

Ibu Titing Sutini selaku ketua pelaksana webinar mengatakan, “Kita sikapi wabah pandemi ini dengan bijaksana. Salah satunya adalah dengan mampu mengendalikan perekonomian keluarga di tangan perempuan. Sekaranglah waktunya, semoga banyak hal yang bisa dipetik dari talkshow ini.”

Begitu pula dengan yang disampaikan oleh Nining Hendarsyah sebagai ketua MTW Uswatun Nisa, “Semoga dengan adanya acara yang bagus semisal ini bisa bermanfaat sebagai penggerak roda perekonomian keluarga. Yang mana tujuan utamanya adalah agar kita bisa lancar dalam beribadah.”

Dalam acara webinar ini, salah satu materi yang disampaikan adalah pentingnya komponen Y-W-N dalam melakukan pemasaran online oleh Kang Adetruna selaku praktisi Digital Marketing.

“Hari ini digital marketing adalah sebuah keniscayaan. Dan segmentasinya sangat jelas; Youth (anak muda), Women (Perempuan) dan Netizen (warganet) yang terdiri anak muda dan perempuan,” ujar Adetruna.

“Sudah saatnya kita berkolaborasi dengan Y-W-N saat menyasar target pasar serta yang tidak bisa kita lupakan adalah kreatifitas. Sudah seberapa kreatif kita saat memasarkan produk online?” sambung Kang Ade (panggilan akrab beliau).

Ilmu, wawasan dan pengalaman adalah tiga hal penting saat kita hendak menjalankan bisnis hari ini.
“Teruslah menemukan inovasi, praktek. Dengan niat supaya kita bisa mandiri secara ekonomi sehingga bisa lancar dalam membangun keluarga dan beribadah,” urai Zaenab.

Artikel Lain :  Webinar UMKM Bangkit di Masa Pandemi Menuju 4.0

Dengan menghindari utang, bagaimana caranya dengan modal yang kecil bisa menjadi lini bisnis yang besar. “Jadi bagi ibu-ibu yang berniat menjalankan bisnis silakan tekuni karena nanti akan menemukan jurusnya,” sambung ibu Zaenab.

Cara Mempertahankan Bisnis Agar Tetap Eksis di Era Pandemi

Menurut Zaenab, “Di era pandemi sekarang kita dituntut kreatif agar bisa bertahan. Kalau saya sih A-T-M. Amati, tiru dan modifikasi. Apa yang sedang trend sekarang kita ikuti dan mau belajar.”

Menurut Nur Utami dari NuHijab menyambung dari cara yang sudah disampaikan oleh Zayyin, “Sekarang kita bisa memanfaatkan media elektronik. Kita tahu Youtube sekarang begitu ramai. Nah, kita bisa manfaatkan sebagai tempat rujukan untuk belajar bisnis yang sesuai dengan yang kita jalankan.”

Mengubah cara pemasaran, “Kalau awalnya konvensional dalam memasarkan produk. Sekarang coba alih teknologi, setidaknya lewat media sosial semisal Instagram dan Facebook,” tambah Zaenab.

Dan yang tidak bisa dianggap enteng adalah manajemen keuangan. Salah satu keberhasilan dari menjalankan bisnis adalah keuangan. “Pisahkan cashflow uang pribadi dan uang usaha. Jangan lupa bersedekah. Prioritaskan belanja yang urgent dan hindari utang piutang,” tegas Ibu Zaenab dari Zayyin.

Menyoal bisnis, usai acara ini akan dibentuk komunitas sebagai Pusat Belajar Pemasaran Online yang akan didampingi oleh praktisi yang berpengalaman.

Sekilas Profil Nara Sumber (NuHijab dan Zayyin)

NuHijab sudah dirintis sejak 2008 dengan pashmina instan sebagai produk pertamanya dengan 50 agen baik dalam dan luar negeri. Di 2013, NuHijab sebagai awal trendsetter Eco Friendly. Dan 2015 menjadi awal karir bagi Zayyin dengan produk unggulan abaya.

Selain fashion, NuHijab merambah dunia kuliner dan tidak ketinggalan memproduksi masker.

Artikel Lain :  Panduan Pembayaran PNBP di Soreang Kabupaten Bandung

“Karena kepepet dan biar gakmati gaya, kami (NuHijab-red) harus menyikapinya. Contohnya di era pandemi saat sekarang,” ungkap Nur Tami selaku pemilik bisnis NuHijab.

“Kalau kita ingin maju, doa saja gak cukup. Harus dengan Action yang jelas,” ungkap Zaenab sebagai owner dari Zayyin.

“Dari dulu suami memang sudah suka bisnis yang tidak terikat. Karena menurutnya biar bisa banyak waktu untuk di rumah bersama keluarga,” cerita Nur Utami.

Komunitas Digitalpreneur MTW Uswatun Nisa

Sebagai langkah tingkat lanjut dari webinar Talkshow Peran Perempuan dalam Peningkatan Ekonomi Keluarga di Era Pandemi ini akan dibentuk wadah komunitas.

“Insya Allah, setelah usai webinar ini kami akan membentuk komunitas digitalpreneur yang terdiri dari pengusaha perempuan yang ada di Kabupaten Bandung,” tegas Nida selaku moderator yang diamini oleh Rinrin moderator yang menemaninya.

Pesan Penutup dari KH. Yayat Hernawan

KH. Yayat Hernawan selaku pembina dan dewan penasihat Majlis Ta’lim Wanita Uswatun Nisa Kabupaten Bandung memberikan pesan sebagai penutup menyebutkan, “Alhamdulillah acara bisa berlangsung lancar atas ijin Allah Swt. Khususnya untuk kaum perempuan, semoga dengan acara ini mampu menyikapi dan memperbaiki perekonomian bagi dirinya sendiri serta keluarganya.”

Penutupan acara dari KH. Yayat Hernawan selaku pembina dan dewan penasihat Majlis Ta'lim Wanita Uswatun Nisa Kabupaten Bandung
KH. Yayat Hernawan selaku pembina dan dewan penasihat Majlis Ta’lim Wanita Uswatun Nisa Kabupaten Bandung

“Dalam bisnis ada yang namanya AIDA yaitu; Attention, Interest, Desire dan Action, Unsur ini bisa dipergunakan dalam menjalankan bisnis khususnya penjualan, Nah ini mudah-mudahan bisa diimplementasikan dalam bisnisnya masing-masing,” pesan Yayat.

“Dari semua yang sudah kita laksanakan dalam webinar ini yang lebih penting adalah rasa syukurnya, bisa menetapi agama islam dengan pedoman dasar alquran dan hadits. Ke depan cobaan menetapi agama ini akan semakin berat,” tutup Yayat dalam Talkshow Peran Perempuan dalam Peningkatan Ekonomi Keluarga di Era Pandemi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.